11
Apr
08

MAULIDAN, ANTARA CINTA DAN BID’AH

MAULIDAN, ANTARA CINTA DAN BID’AH

Ada sebahagian orang mengatakan bahwa mengadakan perayaan maulid Nabi adalah bentuk kecintaan terhadap beliau Shallallohu ‘alaihi wasallam. Bagaimana mungkin orang yang melanggar perintah Rosul malah kita katakan bahwa ia cinta kepada Rosululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam ?
Siapa yang paling cinta kepada Rosululloh ?
Tiada yang terlebih mencintai Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam melainkan para sahabat -radhiallohu ‘anhum-. Mereka (para sahabat) memberikan harta bahkan jiwanya demi perjuangan dakwah rosululloh yang mereka cintai.
Namun, adakah mereka menyelenggarakan maulid (ulang tahun) Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam ? Apakah trus kita katakan bahwa mereka tidak mencintai rosul karena tidak merayakan ulang tahun beliau shallallohu ‘alaihi wasallam ? Alangkah buruknya tuduhan ini…!!! Ketahuilah bahwa tidak didapati satu haditspun bahkan atsar shahabat yang menetapkan disyari’atkannya perayaan maulid nabi.
Alangkah ironinya, orang-orang dizaman ini yang mengaku mencintai Nabi lantas mewujudkan bentuk kecintaanya dengan hal-hal yang dilarang oleh Nabi sendiri. Seperti Merayakan maulid (Ulang Tahun) Nabi, yang Nabi sendiri tidak pernah menyuruh, bahkan hal tersebut merupakan perbuatan mengada-ada dalam Agama, termasuk bid’ah yang dilarang oleh Alloh dan RosulNya. Dan pelakunya akan dijebloskan kedalam Neraka. Wallohul Musta’an
Cinta Rosul itu Dengan mentaatinya
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُغَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Katakanlah (Muhammad), Jika kalian (benar-benar) mencintai Alloh, maka ikutilah aku Niscaya Alloh akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kamu, dan Alloh maha pengampun lagi maha penyayang.” [Ali Imran :31]
Agama ini mudah, jangan dipersulit
Sebahagian orang yang telah terbiasa dengan melakukan bid’ah maulid dan sebagainya mungkin akan berkata “wah, susah banget agama ini kalau sedikit-sedikit dilarang/bid’ah”.
Padahal Agama ini dengan syariat yang sempurna telah menjadikan kita mudah dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Tetapi, ada orang-orang yang dengan hawa nafsunya telah menambahi ajaran Islam yang Mudah ini sehingga memberatkan.

Sebagai contoh misalnya ; Islam tidak mensyari’atkan Maulid, tapi kebanyakan orang malah melakukannya, bukankah ini suatu pembebanan, ya untuk mengadakannya saja diperlukan dana yang tidak sedikit. Jangan dipungkiri, hal ini telah mendarah dan menjadi daging yang susah untuk ditinggalkan. kecuali orang-orang yang diberikan hidayah dan dirahmati oleh Alloh Ta’ala.
Dan ingatlah wasiat Rosululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam,
من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد
“Siapa saja yang mengada-ada dalam urusan kami ini (agama Islam) maka ia ditolak”
[HR. Bukhary dari Aisyah Radhiallohu ’anha]
Alangkah meruginya mereka jika saja mereka menyadarinya.
Maulid itu Bid’ah (Tidak ada Dalil Pensyariatannya)
Para Ulama ketika ditanya tentang hukum merayakan/ mengadakan peringatan ulang tahun (Maulid) Nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihiwasallam, berkata :
لأن ذلك من البدع المحدثة في الدين
“Sesungguhnya hal yang demikian itu (merayakan Maulid) adalah bid’ah lagi mengada-ada dalam agama.”
Maka mereka yang mengadakan maulid Nabi tanpa disadari telah menentang, memungkiri bahwa agama ini telah disempurnakan oleh Alloh. Mereka menyangka bahwa Maulid adalah bagian dari agama.

Hati-hatilah jangan sampai terjatuh pada perbuatan bid’ah
Ketahuilah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan umatnya agar jangan sampai terjatuh pada perbuatan bid’ah, yaitu mengada-adakan amalan ibadah baru yang tidak ada syariatnya.

Hal ini sebagaimana tersebut di dalam sabdanya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Hati-hatilah kalian dari terjatuh kepada amalan-amalan ibadah baru yang diada-adakan, karena setiap amalan tersebut adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.”
(HR. Ahmad dan yang lainnya, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu

Bahkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa perbuatan mengada-adakan amalan ibadah baru yang tidak ada syariatnya adalah sejelek-jelek amalan. Sebagaimana tersebut dalam haditsnya:

وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا

“Dan sejelek-jelek amalan adalah amalan ibadah yang diada-adakan (yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Khulafa` Ar-Rasyidin).”
(HR. Muslim)

Nah, apakah ini merupakan sebuah bentuk kecintaan kepada Rosul, dari para pembuat bid’ah ?


0 Responses to “MAULIDAN, ANTARA CINTA DAN BID’AH”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


tracker
April 2008
R K J S M S S
    Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Arsip

statistik blog

  • 189,961 hits

Kategori


%d blogger menyukai ini: