<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: MEMBONGKAR KEDOK JAMAAH TABLIGH</title>
	<atom:link href="http://varyd.wordpress.com/membongkar-kedok-jamaah-tabligh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://varyd.wordpress.com</link>
	<description>Renungkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2009 16:03:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Abu Fadhlan</title>
		<link>http://varyd.wordpress.com/membongkar-kedok-jamaah-tabligh/#comment-10</link>
		<dc:creator>Abu Fadhlan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 07:47:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://varyd.wordpress.com/?page_id=122#comment-10</guid>
		<description>di cek aja langsung ke India, biayanya cuma 7 juta insya Allah sudah cukup, cari tahu silsilah mereka, quraisy apa bukan (mirip nggak dengan rata2 orang India)?. 

Memang kalau ingin ketemu para masyaikh yang kasih Fatwa diatas dimana ketemunya?, pingin juga melihat langsung cara kehidupan ulama warasatil ambiya, copy paste salafus shalih (para sahabat &amp; tabi&#039;in) yang senantiasa memikirkan keadaan ummat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>di cek aja langsung ke India, biayanya cuma 7 juta insya Allah sudah cukup, cari tahu silsilah mereka, quraisy apa bukan (mirip nggak dengan rata2 orang India)?. </p>
<p>Memang kalau ingin ketemu para masyaikh yang kasih Fatwa diatas dimana ketemunya?, pingin juga melihat langsung cara kehidupan ulama warasatil ambiya, copy paste salafus shalih (para sahabat &amp; tabi&#8217;in) yang senantiasa memikirkan keadaan ummat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abrar Burhanuddin, SE</title>
		<link>http://varyd.wordpress.com/membongkar-kedok-jamaah-tabligh/#comment-9</link>
		<dc:creator>Abrar Burhanuddin, SE</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 14:40:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://varyd.wordpress.com/?page_id=122#comment-9</guid>
		<description>Assalamualaikum wr.wb,

Tidak ada satupun markas jamaah tabligh berdiri diatas kuburan, tapi lebih sering saya lihat berada di pekarangan masjid. baik itu di nizamuddin ataupun markas lainnya, hal tsb sama halnya dgn makam rasulullah SAW yg juga berada di pekarangan masjid.

Menjadi pemain bola harus memiliki keahlian mengolah si kulit bundar tapi menjadi penonton bola tidak perlu memiliki keahlian mengolah bola. jamaah Tabligh tdk ingin menjadi ustadz, kyai, penceramah dan alim ulama tapi hanya ingin mengajak orang taat beribadah.
Akan perlu waktu utk mempelajari Ilmu mendalam, mungkin harus masuk pesantren dulu baru bisa berdakwah. Sedangkan kondisi umat muslim sudah semakin memburuk, apakah cuma ingin mengajak orang pergi ke masjid tapi kita musti masuk pesantren dulu...?

Maaf, sebelumnya.... ribuan preman muslim dan islam ktp masuk masjid karena di ajak jamaah tabligh. janganlah perbuatan mereka di sebut bid`ah. Biarpun kecil gerakan mereka tapi bermanfaat untuk orang yang berada di sekitar mereka.

wassalam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr.wb,</p>
<p>Tidak ada satupun markas jamaah tabligh berdiri diatas kuburan, tapi lebih sering saya lihat berada di pekarangan masjid. baik itu di nizamuddin ataupun markas lainnya, hal tsb sama halnya dgn makam rasulullah SAW yg juga berada di pekarangan masjid.</p>
<p>Menjadi pemain bola harus memiliki keahlian mengolah si kulit bundar tapi menjadi penonton bola tidak perlu memiliki keahlian mengolah bola. jamaah Tabligh tdk ingin menjadi ustadz, kyai, penceramah dan alim ulama tapi hanya ingin mengajak orang taat beribadah.<br />
Akan perlu waktu utk mempelajari Ilmu mendalam, mungkin harus masuk pesantren dulu baru bisa berdakwah. Sedangkan kondisi umat muslim sudah semakin memburuk, apakah cuma ingin mengajak orang pergi ke masjid tapi kita musti masuk pesantren dulu&#8230;?</p>
<p>Maaf, sebelumnya&#8230;. ribuan preman muslim dan islam ktp masuk masjid karena di ajak jamaah tabligh. janganlah perbuatan mereka di sebut bid`ah. Biarpun kecil gerakan mereka tapi bermanfaat untuk orang yang berada di sekitar mereka.</p>
<p>wassalam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Haitan Rachman</title>
		<link>http://varyd.wordpress.com/membongkar-kedok-jamaah-tabligh/#comment-8</link>
		<dc:creator>Haitan Rachman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 15:58:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://varyd.wordpress.com/?page_id=122#comment-8</guid>
		<description>Assalamu &#039;alaikum wr. wb.

Silahkan sekali-sekali coba kita mendapatkan pandangan berimbang, mungkin sdr. akan mendapatkan tulisan yang sama tetapi juga yang berbeda kerangkanya. 

http://usahadawah.com atau http://usahadawah.wordpress.com. Di dalamnya ada beberapa pandangan berimbang dengan perihal yang di atas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum wr. wb.</p>
<p>Silahkan sekali-sekali coba kita mendapatkan pandangan berimbang, mungkin sdr. akan mendapatkan tulisan yang sama tetapi juga yang berbeda kerangkanya. </p>
<p><a href="http://usahadawah.com" rel="nofollow">http://usahadawah.com</a> atau <a href="http://usahadawah.wordpress.com" rel="nofollow">http://usahadawah.wordpress.com</a>. Di dalamnya ada beberapa pandangan berimbang dengan perihal yang di atas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
